Monday, October 25, 2010

KeMatiAn Hati......




Ramai orang tertawa tanpa menyedari sang maut sedang mengintainya. Ramai orang yang bersegera datang ke saf solat - kononnya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang, ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya.

Ada yang datang sekadar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri. Dari jahil engkau disuruh berilmu dan bukan sekadar untuk berhenti hanya pada ilmu.

Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.

Tersanjungkah (terasa banggakah) engkau yang hebat berbicara tentang keheningan senyap disaat rintih istighfar, kecupak air wudhu' pada dinginnya malam, lapar perut karena puasa atau kedalaman munajatmu dalam rakaat-rakaat panjang? Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tidak ada apa-apa.

Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan orang-orang berhati jernih bersangka baik, bahawa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.

As-Shiddiq Abu Bakar r.a saja selalu gementar saat dipuji orang! "Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka", ucapnya lirih.

Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia melupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan ada yang menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan merasakan amalnya sangat banyak. Ada juga orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal! Malahan, menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan peribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata!

Dimana kau letakkan dirimu? Sewaktu kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan ketakutan. Sesudah pengalaman dan ilmu semakin bertambah, engkaupun berani tampil waima di hadapan sultan tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.

Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat maksiat menggodamu dan engkau menikmatinya?. Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa tangga kedewasaan rohani meninggi.

Rasa malu kepada ALLAH, dimanakah kau kuburkan ia? Di luar sana, rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung.

Ini potret negerimu: 228 000 remaja adalah penagih. Daripada 1,500 responden pelajar sekolah menengah, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separuhnya setuju remaja bisa berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan tanpa rela!

Mungkin engkau mulai berfikir, "Biasalah.." bila bermain mata dengan aktivis wanita (sama ada engkau lelaki atau sebaliknya), di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat? Atau bergayut dengan menambah waktu yang tak kau perlukan, sekadar melepas kejenuhan dengan canda gurau jarak jauh..Betapa biasanya 'dosa kecil' itu dalam hatimu.

Kemana getarannya yang gelisah dan terluka ketika dulu, saat "TV Thaghut" menyiarkan segala "kesombongan jahiliyah dan maksiat"? Saat engkau muntah melihat laki-laki (pondan) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustazmu yang mengatakan; jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton acting mereka tidak dilaknat? Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang "Ini tidak islami" berarti engkau yang paling islami?

Sesudah itu, tinggallah antara engkau dengan dirimu, tidakkah ALLAH ada disana? Sekarang engkau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justeru engkau akan dihadang tentangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari berjabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa. Semua gerak harus ditakar (control) dan maka jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki.

Lupakah engkau, jika tembakanmu ke sasaran meleset 1 milimeter, maka pada permulaan sejauh 300 meter ia belum tersasar walau 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf (penyimpangan) di kalangan awam, sedikit sebanyak karena para elitnya telah salah melangkah terlebih dahulu.

Siapa yang mahu menghormati ummat yang "kiay"nya memberi ratusan ribu kepada seorang perempuan yang beberapa minit sebelum ia setubuhinya di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan mudahnya mengatakan "Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku" dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?

Siapa yang akan memandang ummat yang da'inya bergambar rapat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan "Ini anakku, karana kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua" Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai 'alimullisan (alim di lidah)?

Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini, kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama? Apa bezanya seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rakan perempuan dalam pergerakan da'wahnya? Akankah kau impikan penghormatan masyarakat awam karena statusmu, lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir? Bila demikian itu,... sekeji apakah kamu ini?

Pernahkah kamu lihat sepasang ibu dan bapa dengan anak remaja mereka. Perhatilah langkah mereka di pasaraya sana. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyaknya membeli produk makanan ringan, semata-mata karena selera "westernnya".

Engkau akan menjadi faqih pendebat yang hebat saat engkau teguk minuman halal itu, dengan perasaan "lihatlah, betapa Amerikanya aku". Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah kamu punya harga diri.

Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai pakaian tenunan bangsa sendiri atau terompah tempatan yang tak berjenama. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana.

Kini, datang "pemimpin" ummat, ingin mengangkat harga diri dan penghormatan ummat dengan mempamerkan kereta dan rumah mewah, "kedai emas berjalan", juga segudang perhiasan. Saat fatwa dihebahkan, telinga ummat telah tuli oleh dentuman berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. "Engkau adalah penyanyi bayaranku yang kukumpulkan dengan susah payah. Bila aku bosan, aku bisa memanggil penyanyi lain yang kicau merdunya lebih memenuhi seleraku" .

*****************************************

Tulisan asal: Almarhum KH Rahmat Abdullah (Hero Filem Sang Murobbi)
(Alih Bahasa daripada Bahasa Indonesia) .

http://www.iluveislam.com/

aNdAi kU peRgI DuLu............



                                        
Cerita hidup kian berlalu
Membawaku ke penghujung
Kaku langkah kian lemah
Kelu lidah untuk bicara
Langit jingga warna senja
Desir bayu membisik duka
Kealpaan nan semalam
Inginku lepaskan luka silam
Bersama rayu doa
Damba keampunanNya
Andai diriku pergi
Tinggalkanmu sendiri
Usah kau sedih
Usah tangisi duga dari Ilahi
Andaiku pergi dulu
Tiba tika dan waktu
Telah tertulis takdir untukku
Perjanjian yang Maha Agung
Doakanku sejahtera disisiNya
Rasa gentar rasa rindu
Bertarung di fikiranku
Wajah ceria, senyum manja
Kisah kita menghapus resah
Maafkan diriku kasih
Kerna buat kau menangis
Restuiku dengan cinta
Jangan kau titiskan air mata
Pintaku redhailah
Terima kasih atas segalanya
Hidup ini sementara
Ujian pasti setia hati
PadaMu kekasih
Moga rahmat hidayahMu
Mengiringiku, menemaniku
Saat akhir waktu
Bersaksi diriku
Tiada lain hanya Kau satu
Memiliki cintaku
Ku serah segala kepada Mu

SeriKaNdi yAnG ku KagUmI....

Gembira hatinya, gembiralah Rasulullah s. a. w. Tertitis air matanya, berdukalah baginda. Dialah satu-satunya puteri yang paling dikasihi oleh junjungan Rasul selepas kewafatan isterinya yang paling dicintai, Siti Khadijah. Itulah Siti Fatimah r. a., wanita terkemuka di dunia dan penghuni syurga di akhirat.
Bersuamikan Sayyidina Ali bukanlah satu kebanggaan yang menjanjikan kekayaan harta. Ini adalah kerana Sayyidina Ali yang merupakan salah seorang daripada empat sahabat yang sangat rapat dengan Rasulullah s. a. w., merupakan kalangan sahabat yang sangat miskin berbanding dengan yang lain.
Namun jauh di sanubari Rasulullah s. a. w. tersimpan perasaan kasih dan sayang yang sangat mendalam terhadapnya. Rasulullah s. a. w. pernah bersabda kepada Sayyidina Ali,"Fatimah lebih kucintai daripada engkau, namun dalam pandanganku engkau lebih mulia daripada dia."(Riwayat Abu Hurairah)
Wanita pilihan untuk lelaki pilihan. Fatimah mewarisi akhlak ibunya Siti Khadijah. Tidak pernah membebani dan menyakiti suami dengan kata- kata atau sikap. Sentiasa senyum menyambut kepulangan suami hingga hilang separuh masalah suaminya. Dengan mas kahwin hanya 400 dirham hasil jualan baju perang kepada Sayyidina Usman Ibnu Affan itulah dia memulakan penghidupan dengan wanita yang sangat dimuliakan Allah di dunia dan di Akhirat.
Bukan Sayyidina Ali tidak mahu menyediakan seorang pembantu untuk isterinya tetapi sememangnya beliau tidak mampu berbuat demikian. Meskipun beliau cukup tahu isterinya saban hari bertungkus-lumus menguruskan anak-anak, memasak, membasuh dan menggiling tepung, dan yang lebih memenatkan lagi bila terpaksa mengandar air berbatu-batu jauhnya sehingga kelihatan tanda di bahu kiri dan kanannya.
Suami mana yang tidak sayangkan isteri. Ada ketikanya bila Sayyidina Ali berada di rumah, beliau akan turut sama menyinsing lengan membantu Siti Fatimah menggiling tepung di dapur. "Terima kasih suamiku," bisik Fatimah pada suaminya. Usaha sekecil itu, di celah-celah kesibukan sudah cukup berkesan dalam membelai perasaan seorang isteri.
Suatu hari, Rasulullah s. a. w. masuk ke rumah anaknya. Didapati puterinya yang berpakaian kasar itu sedang mengisar biji-biji gandum dalam linangan air mata. Fatimah segera mengesat air matanya tatkala menyedari kehadiran ayahanda kesayangannya itu.
Lalu ditanya oleh baginda, "Wahai buah hatiku, apakah yang engkau tangiskan itu? Semoga Allah menggembirakanmu."
Dalam nada sayu Fatimah berkata, "Wahai ayahanda, sesungguhnya anakmu ini terlalu penat kerana terpaksa mengisar gandum dan menguruskan segala urusan rumah seorang diri. Wahai ayahanda, kiranya tidak keberatan bolehkah ayahanda meminta suamiku menyediakan seorang pembantu untukku?"
Baginda tersenyum seraya bangun mendapatkan kisaran tepung itu. Dengan lafaz Bismillah, Baginda meletakkan segenggam gandum ke dalam kisaran itu. Dengan izin Allah, maka berpusinglah kisaran itu dengan sendirinya. Hati Fatimah sangat terhibur dan merasa sangat gembira dengan hadiah istimewa dari ayahandanya itu. Habis semua gandumnya dikisar dan batu kisar itu tidak akan berhenti selagi tidak ada arahan untuk berhenti, sehinggalah Rasulullah s. a. w. menghentikannya.
Berkata Rasulullah s. a. w. dengan kata-kata yang masyhur, "Wahai Fatimah, Gunung Uhud pernah ditawarkan kepadaku untuk menjadi emas, namun ayahanda memilih untuk keluarga kita kesenangan di akhirat." Jelas, Baginda Rasul mahu mendidik puterinya bahawa kesusahan bukanlah penghalang untuk menjadi solehah.
Ayahanda yang penyayang terus merenung puterinya dengan pandangan kasih sayang, "Puteriku, mahukah engkau kuajarkan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kau pinta itu?"
"Tentu sekali ya Rasulullah," jawab Siti Fatimah kegirangan.
Rasulullah s. a. w. bersabda, "Jibril telah mengajarku beberapa kalimah. Setiap kali selesai sembahyang, hendaklah membaca 'Subhanallah' sepuluh kali, Alhamdulillah' sepuluh kali dan 'Allahu Akbar' sepuluh kali. Kemudian ketika hendak tidur baca 'Subhanallah', 'Alhamdulillah' dan 'Allahu Akbar' ini sebanyak tiga puluh tiga kali."
Ternyata amalan itu telah memberi kesan kepada Siti Fatimah. Semua kerja rumah dapat dilaksanakan dengan mudah dan sempurna meskipun tanpa pembantu rumah. Itulah hadiah istimewa dari Allah buat hamba-hamba yang hatinya sentiasa mengingatiNya.
www.iluvislam.com



5 FOTO TEKNOLOGI

JAWI PRO TUTOR



Harga RM150, RM210(L.O)
(Sabah & Sarawak - RM200 (L.0 -RM250))


Kos penghantaran : Semenanjung RM10, Sabah /Sarawak RM15
Pakej Latihan adalah dengan kadar yang berpatutan.

Jawi Pro Tutor  Terbahagi kepada beberapa bahagian utama :
1. Jawi Pro Multimedia (Program multimedia)
2. Jawi Pro e-Learning (online)
3. Jawi Pro Chatting (online)
4. Jawi Pro Forum (online)
Jawi Pro MultimediaJawi Pro Multimedia ini merupakan satu program yang memenuhi pelbagai keperluan Pengajaran dan Pembelajaran Jawi. Hal ini boleh ditunjukkan melalui kesan paparan grafik panca warna, bunyi sebutan efek bunyi, pemilihan tajuk, latih tubi, permainan uji minda, Teka Silang KataJawi, Hangman Jawi dan sebagainya, di mana ia meliputi semua tahap mengenal, menulis dan membaca tulisan Jawi. Kesemuanya dipersembahkan dengan gaya yang sangat menarik dan berkesan selaras dengan keperluan Pengajaran dan Pembelajaran Jawi.

Jawi pro multimedia ada menyediakan satu latihan khas kepada guru-guru yang akan memudahkan mereka mengendalikan kelas kelak. Jawi Tutor merupakan satu aplikasi multimedia yang mudah diikuti dan sangat berkesan kepada para pelajar. Jawi Tutor telah membuktikan bahawa para pelajar mampu membaca Jawi didalam masa 20 jam sesi pelajaran iaitu jika diajar 1 jam seminggu, bermakna bersamaan dengan 20 minggu iaitu 5 bulan. Ini sudah melebihi tempoh sasaran Kementerian Pendidikan Malaysia yang memberi tempoh celik Jawi dalam masa 6 bulan.Sekiranya terdapat para pelajar yang keciciran setelah mengikuti program mereka masih berpeluang mengulangi secara individu di makmal komputer untuk mempertingkatkan pelajaran Jawi mereka masing-masing tanpa bantuan instruktor.
Jawi Pro Multimedia terbahagi kepada beberapa modul iaitu:
     Kenal Huruf Jawi
     Cara Penulisan
     Mengeja
     Membaca
     Permainan jawi

Kenal Huruf JawI
Dalam Pelajaran ini pelajar akan didedahkan dengan :
1. Mengenal Huruf Jawi Tunggal
2. Mendengar sebutan huruf-huruf Jawi.
3. Mengenal huruf bersambung.
4. Memperkenalkan huruf-huruf sambungan pada awal, akhir, pangkal dan tunggal.
5. Pelajar akan diuji dengan latihan tubi yang disediakan.


Cara Penulisan
 Dalam pelajaran ini, pelajar akan dapat mengetahui :
1. Bagaimana huruf tunggal jawi dilakukan.
2. Mempelajari beberapa contoh penulisan huruf bersambung.
3. Teknik penulisan dilakukan dengan cara yang betul
4. Diuji dengan latihan tubi untuk mengenal cara penulisan yang betul.


Mengeja
Dalam pelajaran mengeja, pelajar akan boleh mempelajar :
1. Mengenal dan belajar mengeja suku kata.
2. Mengenali suku kata terbuka, suku kata tertutup dan terbuka dan tertutup.
3. Pembelajaran imbuhan jawi.
4. Latihan penguasaan mengenai pelajaran mengeja huruf jawi


Membaca
Dalam pelajaran ini, pelajar akan :
1. Dapat membaca dengan betul berpandukan tulisan rumi.
2. Membaca dengan lancar ayat-ayat jawi yang diberi.
3. Mengenal perkataan-perkataan jawi mwlalui petikan yang diberi.
4. Mengenal tulisan jawi dengan menulis dalam tulisan rumi.


Permainan Jawi
Bahagian ini mengandungi tiga bentuk permainan untuk pelajar belajar sambil berhibur iaitu :
1. Jawi Junior Hangman
2. Jawi Senior Hangman
3. Teka Silang Kata (Cari Perkataan)
                                               
                                             GUARDIANT PRAYER AID ( GPA)

 Menyedari masalah kesukaran untuk mencari arah solat ketika di negara kelahirannya, Thailand, mencetus idea kepada Pelajar Tahun Tiga Kulliyah Seni Bina dan Reka Bentuk Alam Sekitar, Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM), Yamilah Samae, mencipta peralatan khas bagi menyelesaikan masalah berkenaan.


Lebih membanggakan, alat ini turut dimanfaatkan golongan cacat penglihatan itu direka bentuk sepenuhnya dalam masa kurang tujuh minggu.
Dengan rekabentuk yang menarik serta mesra pengguna, GPA dilihat sebagai penyelesaian terbaik kepada masalah yang sering dihadapi orang Islam setiap kali ke luar negara, terutama negara bukan Islam, serta Bandar- Bandar yang tida ramai penduduk islam.
Beliau membangunkan alat ini selama hampir empat minggu sebelum membuat analisis dan penambahbaikan.
Keistimewaan GPS
-Dengan menggunakan Sistem Kedudukan Global (GPS), peralatan ini dapat mengesan arah kiblat dengan tepat sebaiknya penggunanya menghalakan bahagian hadapan ke arah tertentu.
-Akan mengeluarkan bunyi sebaik arah kiblat berjaya dikesan dan ini memudahkan pengguna menunaikan solat.
-Turut dilengkapkannya dengan bebola pada bahagian atas yang berfungsi seperti tasbih dan papan kekunci yang mempunyai tiga fungsi utama.
-Sekiranya pengguna mahu berwirid, mereka perlu tekan butang pertama (mula), jika mahu berhenti perlu tekan butang tengah dan jika ingin menyambung balik cuma perlu tekan butang ketiga.
-Turut meletakkan satu pin untuk memudahkan pengguna menyelitnya pada poket baju sekiranya ingin membawanya ke mana-mana,” katanya.
Konsep GPA ini telah  menarik perhatian juri dan beliau memenangi tempat pertama pada Persidangan Antarabangsa Dalam Reka Bentuk Alam Sekitar tahun lalu.
Keunikan GPA turut mendapat perhatian kumpulan pemain industri ternama dunia dan pihak UIAM masih dalam perbincangan untuk mencari kaedah terbaik serta mengenalpasti kos y ang paling memadai sebelum mengkomersialkan peralatan berkenaan.

                                                            SPYCAM DETECTIVE



SpyCam Detective boleh mengesan sekiranya terdapat kamera yang dipasang secara sembunyi. Untuk mengelak dari dirakam secara sembunyi, anda hanya perlu menekan butang kuning sambil membuat imbasan ke tempat-tempat yang tidak dapat dilihat bagi memastikan tiada kamera disembunyikan. Sekiranya terdapat kamera tersembunyi dikesan, ia akan mengeluarkan isyarat cahaya LED Biru menyala. Ianya bermanfaat pada wanita teruamanya ntuk menjaga keselamatan dan maruah diri.

Spesifikasi SpyCam Detective:

* Didatangkan khas dengan kotak yg diperbuat daripada besi bagi menjamin ketahanan produk
* Boleh mengesan kamera tersembunyi yang berfrekuensi 100-900MHz,1100/1200/1300/2400MHz
* Mengesan sehingga lingkungan jarak: 0.1-10 meter
* Hanya menggunakan kuasa bateri dengan arus 12v
* Dimensi: 70 x 48 x 18 mm
* Berat: 143 gram

HANYA RM 79

                            MESIN PENGESAN LOGO HALAL (Halal Logo Verification Device).


Kesedaran yang tinggi di kalangan pengguna terhadap tahap kebersihan makanan kini semakin meningkat, begitu juga dengan kesahihan produk halal.
Bagi para pengguna yang beragama Islam, status halal bagi setiap produk makanan amat dititik beratkan kerana makanan merupakan sumber utama membentuk sahsiah diri.Jika makanan tersebut halal dan bersih maka begitu jugalah diri orang yang menjadikan ia sebagai hidangan.
Namun, kini agak sukar bagi para pengguna yang beragama Islam untuk menentukan kesahihan label atau tanda halal yang diletakan pada setiap produk makanan yang di tawarkan di pasaran.Justeru, Pensyarah Kanan, Pusat Pengajian Kejuruteraan Pembuatan, Universiti Malaysia Perlis (UnMAP), Shayfull Zamree Abd. Rahim mereka sebuah mesin pengesan logo halal pada setiap produk makanan yang terdapat dipasaran.
Beliau yang juga ketua penyelidik berkata, biarpun produk-produk makanan yang sedia ada memiliki logo halal namun tanpa disedari ada antaranya telah tamat tempoh.
''Pada masa ini, terdapat pelbagai produk makanan di pasaran yang menggunakan logo halal dengan sewenang-wenangnya tanpa mendapat pengiktirafan sijil halal yang sah dari pihak berkenaan.
''Terdapat juga produk yang telah tamat sijil sah halal dua hingga tiga tahun lepas, tetapi masih menggunakan logo halal tanpa memperbaharuinya," jelasnya ketika di temui di Pameran Kebangsaan Inovasi, Ciptaan dan Teknologi ke 10 (ITEX 10) di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur (KLCC) baru-baru ini.
Produk tersebut yang dihasilkan mempunyai tiga model, pertama adalah jenis kiosk manakala dua lagi model mudah alih namun sedang dibangunkan.
Produk tersebut telah siap dan sedia untuk dikomersialkan dan pengguna boleh menyemak status halal sesuatu produk sebelum membelinya.
Bagi model tersebut, beliau menyarankan agar pihak yang bertanggungjawab dapat mewajibkan kiosk tersebut diletakkan di setiap pasar raya diseluruh negara.


                      SHOTCODE : MEMBACA DATA DENGAN KAMERA HP

Shotcode dilatar belakangi oleh kesulitan dalam mencari informasi atau data dalam waktu yang singkat dan seketika pada saat seseorang berhadapan dengan brosur, poster, atau media lain, bahkan saat secara langsung berhadapan dengan produk yang ingin diketahui informasinya. Sehingga dengan munculnya Shotcode dapat membantu dalam mendapatkan informasi secara cepat dan efisen.

Cara Penggunaan
Berikut adalah petunjuk cara penggunaan :
1. Pastikan bahwa handphone anda bisa terhubung keinternet.
2. Jenis Handphone anda kompatible dengan ShotCode Technology.
3. Install dengan baik software ShotCode
4. Jalankan software ShotCode.
5. Ambil gambar ShotCode yang ada pada brosur atau produk. (Usahakan kualitas gambarnya baik) dengan jarak kurang lebih 20 cm (Gambar dapat diambil/shot dari halaman ini!)
6. Kemudian secara otomatis software ShotCode akan mengirim data anda ke Server.
7. Kemudian anda akan mendapatkan informasi yang anda butuhkan.

BBM.....(TEK.PENDIDIKAN)




BBM ini saya hasilkan sebagai bahan bantu mengajar yang boleh membantu pelajar- pelajar mengingati perkataan- pekataan bahasa Arab yang sering digunakan seharian sebagai contoh dalam mengarang insyak dan sebagainya.

BBM ini juga mampu menjadi hiasan di dalam kelas bagi menghasilkan suasana kelas yang ceria dan kondusif.




KULIT BUKU ( TEKNOLOGI PENDIDIKAN)


Saturday, October 23, 2010

solAt dan 5 JeNis ManuSia


SUDAH lama kita bersolat, tetapi nampaknya keajaiban dan jaminan solat yang disebut Allah masih samar-samar dalam kehidupan kita.
Allah memberi jaminan dalam firman-Nya, bermaksud: “Sudah pasti berjaya orang mukmin iaitu orang yang khusyuk dalam solatnya.” (Surah al-Mukminun: 1,2)
Ada beberapa jenis dan golongan serta gaya bersolat di kalangan orang Islam yang semuanya akan mempengaruhi perangai dan cara hidup.

* Jenis Pertama
Hari ini, ramai umat Islam yang tidak bersolat, bahkan ramai juga yang tidak tahu hendak bersolat. Ada yang menafikan kewajipan solat, mereka jatuh kafir sebab itu kadangkala perangainya dengan si kafir tidak ada beza.
* Jenis Kedua
Orang yang melakukan solat secara zahir saja, malah bacaan pun masih tidak betul, taklid buta dan main ikut-ikut orang lain.
Jadi, golongan ini sekejap bersolat, sekejap tidak. Jika ada masa dan emosi baik, dia bersolat. Kalau sibuk dan ada program kenduri, pesta ria, berziarah, bermusafir, letih dan penat, dia tidak bersolat.
Orang ini jatuh fasik. Tidak belajar solat mahupun secara rasmi atau tidak rasmi. Ilmu mengenai solat ialah apa yang dipelajari ketika kecil dan tadika saja. Golongan ini tertolak, bahkan berdosa besar dan hidup dalam keadaan derhaka kepada Allah.
* Jenis Ketiga
Golongan yang melakukan solat cukup lima waktu, tepat ilmunya, faham setiap bacaan solat, Fatihah, doa Iftitah dan tahiyatnya, tetapi tidak dihayati dalam solat itu.
Fikirannya masih melayang mengingatkan perkara dunia tanpa menghayati solat. Golongan ini dikategorikan sebagai solat ‘awamul Muslimin’ dan jika dididik serta ditambah mujahadah (kesungguhan), dia akan berjaya dalam solat.
* Jenis Keempat
Golongan ini baik sedikit daripada golongan sebelumnya, tetapi main tarik tali dalam solatnya.
Sesekali dia khusyuk, sesekali lalai pula. Apabila teringat sesuatu dalam solatnya, teruslah terbawa-bawa, berkhayal dan seterusnya.
Apabila teringat Allah secara tiba-tiba, insaf dan sedarlah semula, cuba dibawa hati serta fikirannya untuk menghayati setiap kalimah dan bacaan dalam solat. Begitulah sehingga selesai solatnya.
Peringkat ini orang terbabit akan mula memasuki zon ‘memelihara solat’, tetapi masih belum seronok dengan solat.
* Jenis Kelima
Golongan yang melakukan solat tepat ilmunya, faham secara langsung bacaan dan setiap lafaz dalam solatnya.
Hati dan fikirannya tidak terbawa-bawa dengan keadaan sekeliling sehingga pekerjaan serta apa pun yang dilakukan atau difikirkan di luar solat itu tidak mempengaruhi so latnya.
Walaupun dia memiliki harta dunia, menjalankan kewajipan dan tugas keduniaan seperti perniagaan, semua itu tidak mempengaruhi solatnya. Hatinya masih dapat memuja Allah dalam solat. Golongan ini disebut orang soleh.
Sebenarnya banyak lagi peringkat solat, tetapi keterbatasan ruangan sekadar lima tahap ini rasanya sudah boleh mu hasabah diri mengenai tahap solat yang kita lakukan.
Jika kita berada di peringkat satu, dua dan tiga, kita sebenarnya belum selamat dan mungkin solat tidak mampu mendapat jaminan Allah.
Ibadat solat boleh membangunkan jiwa dan iman, men jauhkan daripada yang buruk dan merungkai mazmumah (sifat keji), menanamkan mahmudah (sifat terpuji), me lahirkan disiplin hidup dan akhlak yang agung. Semoga solat kita akan berlangsung sebagai mi’raj.

MEnGapA CiNtaMu lbih LayaK kU cAri.....

 
RUGINYA kita kalau kita tidak cinta dan tidak sayang kepada-Nya. Sedangkan kesayangan kita kepada yang lain, tidaklah berjasa dan berbaik pada kita sebanyak mana Tuhan lakukan untuk kita.
Kenapa kita mesti menyayangi Tuhan?

1) Dialah pencipta dan memberi kemudahan secara percuma dengan segala macam khazanah yang bersifat fizikal, mental dan rohani.

Dalam badan kita ada jantung, hati, paru-paru, usus-usus, buah pinggang, sistem peranakan, sistem penghadaman, ada otak, ada saraf, ada saluran darah dan lain-lain.
Tersimpan juga dalam tubuh kita berbagai-bagai maklumat aqliah seperti ilmu alam, ilmu matematik, maklumat sejarah, sains, ekonomi, rahsia peribadi dan individu lain termasuk maklumat berkenaan alam akhirat. Memang hebat batang tubuh kita ini.

2) Dibekalkan kepada kita dengan seribu perasaan tanpa sebarang bayaran. Seperti rasa sedih, sayu, takut, marah, sayang, rindu, kasih, cinta, gerun, geram, benci, meluat dan jijik.

Bukan itu saja, lautan rasa boleh bertukar warna kepada rasa hebat, megah, sombong, tinggi diri, bangga, rasa mampu, selamat, dan pelbagai lagi.

Tidak kurang juga dengan rasa derita, kecewa, putus asa, terseksa, lara, rasa diri tak berguna, rasa hina, rasa lemah, rasa tidak selamat, rasa serba tak boleh.

Di sudut lain, lautan ini membawa irama gelombang yang lain pula. Rasa bakhil, gila dunia, gila kuasa, gila puji, gila wanita, tamak haloba, hasad dengki, dendam kesumat, rasa nak tipu, nak bohong, nak mencuri, nak bunuh orang, nak bunuh diri, mengangkat diri dan jatuhkan orang.


Ada pula jenis rasa yang indah supaya dapat melayari lautan rasa manusia hingga terbuai-buai kita dibuatnya. Rasa sayang ibu bapa, sayang isteri, suami, sayang anak-anak, sayang kawan, sayang jiran, sayang bunga, sayang barang-barang, sayang hidup, sayang kerja, sayang rumah dan sayang dunia.

Diiringi pula rasa-rasa yang indah ini supaya dapat mengecapi bahagia seperti pemurah, peramah, berprasangka baik, berbudi tinggi, lapang dada, berkasih sayang, memaafkan, rasa bersalah dan meminta maaf, rendah diri, memuliakan, ingin disayangi dan membalasnya.

Tetapi kemuncak dari semua itu, ada satu rasa yang paling mahal daripada semua rasa itu adalah 'rasa bertuhan.' Rasa inginkan Tuhan sewaktu susah. Sungguh ajaibnya penciptaan, pemberian dan anugerah yang maha luas ini.

Bagaimana diri manusia yang sekecil ini dibenarkan memiliki seribu satu macam khazanah rohaniah? Siapa pereka, perancang, pencipta dan mengawal sistem 'super power' ini? Tuhan, bukan? Hanya Dialah yang semampu ini. Hanya Dia yang sebijak dan sekuasa itu! Hanya Dia dan Dia saja.

Sebab itulah Tuhan Yang Agung ini berfirman yang bermaksud: "Sesungguhnya manusia adalah sebaik-sebaik ciptaan dan kejadian."

Instinct atau fitrah kita yang menjawabnya. Sebab fitrah memang dibentuk bersama rasa yakin adanya Tuhan. Rasa mahukan Tuhan.

Sebab itu kita bangga mengaku sebagai seorang hamba Tuhan. Tetapi marah kalau orang tuduh kita hamba syaitan, hamba seks, hamba duit dan lain-lain.

Pelik manusia ini, macam-macam yang dicinta, tetapi marah apabila dikaitkan dengan perkara yang banyak itu. Sebab cinta itu murah.

Sedangkan cinta Tuhan itu mahal. Saintis itu sebenarnya ada rasa mahukan Tuhan. Terutama waktu susah apabila mereka akan memanggil Tuhan dengan kata 'oh my God!' Tetapi sayang perasaan mereka terhadap Tuhan itu tidak dibaja dan tidak disuburkan.

Sedangkan rasa cinta kepada 'girlfriend' itu begitu dipupuk, sayang anak itu dibelai-belai, sayangkan ibu bapa amat dibesar-besarkan.

Sayang dunia, sayang pangkat, cinta kereta dan lain-lain sungguh bertakhta di hati. Sanggup hidup mati kerananya walhal apa sangatlah semua itu pada kita. Ia pernah ada dan pernah tiada. Bila lagi nak berangkat mencari sayang Allah?